Bansos bedah rumah, menggalang swadaya dan menumbuhkan semangat gotong royong

Pada setiap akhir tahun buku, UPK harus mengalokasikan minimal 15% dari surplusnya untuk kegiatan bansos. Pada setiap kecamatan penggunaan bansos ini bisa berbeda – beda tergantung keputusan di MAD.

TA 2012 UPK Tutur berhasil membukukan surplus lebih dari 500 juta rupiah, sedangkan untuk alokasi surplus adalah senilai 65 juta rupiah yang diserahkan ke 6 pemanfaat di 6 desa. Penggunaannya adalah untuk pelaksanaan bedah rumah warga yang masuk kategori tak layak huni.

Yang luar biasa adalah ternyata hanya dengan dana Rp. 10.800.000,- saja per orang per desa, rumah yang berhasil dibangun mengundang swdaya yang cukup besar dari masyarakat bahkan ada yang mencapai 19 juta lebih, tentu ini sangat menggembirakan.

Pemilihan kegiatan untuk bansos memang mejadi hak masyarakat sendiri melalui MAD, akan tetapi lebih arif rasanya jika kegiatan yang dipilih tersebut bisa menumbuhkan semangat kegotongroyongan dan peranserta masyarakat banyak sehingga arti pemberdayaan benar-benar terasa disana. (eds, 2013)

Gambar

bedah rumah desa Gendro

Gambar

bedah rumah desa Blarang

Gambar

bedah rumah desa Tutur

Gambar

bedah rumah desa Ngembal

Gambar

mari bersama membangun bangsa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s